Tampilkan postingan dengan label kurikulum 2013. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kurikulum 2013. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Oktober 2014

Contoh Soal 10-SMA Sejarah Semester 1 - Ulangan Harian.pdf

• · Uraian (Essay)
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar!
STANDAR KOMPETENSI
1. Memahami prinsip ilmu sejarah
KOMPETENSI DASAR
1.1 Menjelaskan pengertian dan ruang lingkup ilmu sejarah
INDIKATOR
1.1.1 Menjetaskan pengertian sejarah dalam jangkauan pengertian sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, dan seni.

l. Jelaskan tentang sejarah sebagai peristiwa dan sebagai kisah?

INDIKATOR
1.1.2. Menjetaskan kegunaansejarahsebagai edukatif, rekreatif, inspiratif.


2 Berikan contoh guna sejarah secara i nspiratif dalam kehidupan sehari-hari!

INDIKATOR
1.1.3. Menjelaskan pengertian sumber, bukti,dan tak1a sejarah
.

3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan fakta mental dalarn sejarah!

INDIKATOR
1.1.4. Mendeskripsikan peristiwa pertempuran 5 hari dan monumen Tugu Muda di Semarang (di daerah lain kembangkan sejarah /okal yang relevan).

4. Berikan contoh sebuah monumen yang ada di daerahmu dan berikan penjelasan singkat berkaitan dengan monumen tersebut!

INDIKATOR
1.1.5. Menyusun periodisasi dan kronologi sejarah Indonesia.


5. Jelaskan bahwa kronologi dalam sejarah berhubungan erat dengan sebab akibat atau kausalitas!
Soal 10-SMA Sejarah Semester 1 - Ulangan Akhir Semester.pdf
Soal 10-SMA Sejarah Semester 1 - Ulangan Harian.pdf
Soal 10-SMA Sejarah Semester 1 - Ulangan Tengah Semester.pdf


Klik : Disini

Minggu, 03 November 2013

Tantangan Pada Kurikulum 2013

Begitu banyak masukkan berupa konten atau pun konteks terhadap pelaksanaan Kurikulum 2013. Begitu menarik dan patut dicermati serta dikaji kritik dan saran dari rekan-rekan yang peduli terhadap pendidikan karena saya merasa yakin kawan-kawan yang memberikan masukkan atau kritikan adalah orang-orang yang perduli kepada pendidikan. Peduli kepada pendidikan otomatis peduli pula terhadap keberadaan bangsa ini. Keberadaan masa lalu, kini, dan akan datang.

Telah beberapa kali, terakhir dua hari yang lalu, saya memandu beriskusi di sebuah SMA di Jakarta. Tidak kurang guru-guru dan para wakil bidang kurikulum dari sebelas SMA hadir pada kegiatan ini. Diskusi dengan mereka sungguh menarik, saya selaku fasilitator yang memandu dan memimpin diskusi nyaris keteter dengan pertanyaan-pertanyaan dan argumen yang muncul.

Keaktifan mereka dapat saya maklumi. Hal ini diakibatkan informasi pergantian kurikulum sudah begitu lama didapat dan masuk ke dalam pikiran mereka. Hanya saja mereka belum mengetahui seperti apa Kurikulum 2013 seutuhnya. Mereka sangat haus untuk mendalaminya akan tetapi sampai saat ini belum sekali pun mendapatkan pelatihan atau sosialisi sekali pun. Bahkan mereka belum mengetahui bahwa pelaksanaan Kurikulum 2013 di tingkat SMA jumlah terus menurun. Bahkan bisa jadi penerapan Kurikulum 2013 di level SMA tahun ini dibatalkan.

Sampai sekira pertengahan April, saya sendiri masih memiliki informasi bahwa semua SMA kelas X di Indonesia harus menerapkan kurikulum dimaksud. Sekitar akhir April informasi yang saya dapatkan adalah sekira 1500 SMA saja. Awal Mei hanya tinggal 1270 SMA saja. Bahkan menurut Kompas.com (16 Mei 2013 jam 23:20) pelaksanaan Kurikulum 2013 bisa mundur. Mundurnya pelaksanaan kurikulum baru ini bukan sekadar tingkat SMA dan SMK tetapi SMP dan SD pula.

Pada tingkat SMA selain mata pelajaran wajib yang terbagi menjadi kelompok matapelajaran wajib A dan wajib B terdapat kelompok matapelajaran peminatan yang nota bene menjadi matapelajaran-matapelajaran pendalaman peminatan dan lintas minat. Dalam diskusi timbul pertanyaan, kenapa ada sekelompok matapelajaran wajib A dan sekelompok wajib B? Pertanyaan seperti ini wajar karena selain Pandidikan Agama dan Budi Pekerti, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, Sejarah Indonesia, dan Bahasa Inggris yang merupakan mata pelajaran wajib A adapula Seni Budaya, Pendidikan Jasmani Olah Raga dan Kesehatan, serta Prakarya dan Kewirausahaan yang merupakan wajib B.

Perbedaan keduanya adalah kelompok matapelajaran yang berada di wajib A adalah matapelajaran-matapelajaran yang memberikan orientasi kompetensi lebih kepada aspek kognitif dan afektif, sementara kelompok B adalah matapelajaran yang lebih menekankan pada aspek afektif dan psikomotor. Sehingga untuk ketiga matapelajaran yang berada di kelompok B proses pembelajaran lebih banyak praktik dan penanaman sikap ketimbang hanya berteori. Termasuk matapelajaran muatan lokal. Kenapa? Karena apa pun muatan lokal yang ditetapkan oleh suatu daerah dan atau satuan pendidikan harus mengacu kepada penjelasan yang termuat dalam Kompetensi Dasar SMA edisi Maret 2013, yakni: “Substansi muatan lokal termasuk bahasa daerah diintegrasikan ke dalam mata pelajaran Seni Budaya. Substansi muatan lokal yang berkenaan dengan olahraga serta permainan daerah diintegrasikan ke dalam mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan.” Nah loh, jadi ke depan idealkan muatan lokal berdiri sendiri sebagai matapelajaran?

Pertanyaan lain yang menarik adalah, bagaimana penjadwalan pelaksanaan lintas minat? Sebagai informasi di tingkat SMA, peminatan dilaksanakan di kelas X semester pertama. Sebagai contoh apabila ada peserta didik yang memilih peminatan Matematika dan Ilmu-ilmu Alam (matapelajaran wajibnya adalah Matematika, Biologi, Fisika, dan Kimia) mengambil lintas minat Geografi (dari peminatan Ilmu-ilmu Sosial) dan Bahasa dan Sastra Jepang (dari peminatan Ilmu-ilmu Bahasa dan Budaya).

Nah, yang dimaksud penanya adalah, apakah ketika peserta didik akan belajar Kimia namun pada saat yang bersamaan di Ilmu-ilmu Sosial akan belajar Geografi anak tersebut harus meninggalkan Kimia, padahal Kimia wajib baginya?

Apabila dikemudian hari sekolah mampu menyelesaikan tantangan di atas, boleh jadi alternatif yang baik tetapi apabila sekolah belum mempunyai solusinya saya sarankan begini: sekolah menyiapkan maksimal satu hari sebagai hari lintas minat (interest moving class day). Moving class dimaksud merupakan dampak dari lintas minat. Bukan sekadar moving class yang dipaksakan. Pada hari interest moving class day sekelompok peserta didik dari kelas-kelas Matematika dan Ilmu-ilmu Alam dapat mengikuti Geografi tanpa mengganggu jam matapelajaran lain. Dan ketika interest moving class day berjalan pada hari itu pula nama ruangan disesuaikan dengan nama matapelajaran yang diikuti siswa. Semisal Geografi, Biologi, Antropologi, dan lain-lain. Pelaksanaan interest moving class day dapat pada hari Sabtu, misalnya.

Sahabat, tulisan ini berbincang sekitar mendiskusikan dua pertanyaan atau masalah, belum berbicara seluruh pertanyaan yang dalam pikiran saya bisa jadi pertanyaan-pertanyaan seperti dua pertanyaan di atas belum diantisipasi oleh Kemdikbud. Tetapi seluruh peserta diskusi berharap ketika kurikulum baru harus diterapkan, segala kebijakan-kebijakan pendamping atau penjelasan secara simultan dikeluarkan, semisal dalam bentuk petunjuk teknis.

Saya patut pribadi patut mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang selalu dan peduli untuk menyikapi perkembangan kurikulum baru dimaksud. Terus terang banyak sekali ilmu dan wawasan yang saya peroleh dari berbagai tulisan, baik dari media cetak, elektronik, dan yang paling membludak adalah dari dunia maya/internet termasuk Kompasiana dan Kompas.com.

Semoga tulisan ini mengawali tulisan lain seputar diskusi Kurikulum 2013 yang saya terlibat di dalamnya. Aamiin.


Rabu, 09 Oktober 2013

Aplikasi Pendataan Dikdas (Dapodik) 2013


Dapodik tahun pelajaran baru 2013/2014 sudah direlease pada tanggal 15 juli 2013 yang lalu. Tetapi launching itu dikerjakan terbatas cuma pada operator dapodik propinsi serta operator dapodik kabupaten/ kota bertempat di hotel arion swiss, bandung, jawa barat. Penampilan dapodik 2013 lalu telah beredar di internet. Tetapi yang butuh diketahui, penampilan yang tetap berbasis situs itu cuma untuk kepentingan tot serta tetap beta. Aplikasi resminya terus berbasis dekstop, serta dapat didistribusikan ke sekolah-sekolah selepas lebaran melewati kk-datadiknya tiap-tiap.

Di dalam master aplikasi yang baru, telah otomatis dapat terisi data awal dari dapodik versi pada mulanya yang dulu dikirim ke server optimal per 1 juli 2013. Data yang dikirim sesudah tanggal tersebut, terus dapat dimasukkan ke didalam aplikasi, namun tidak dapat dikemas jadi data awal (mesti melewati restore database).

Bersumber dari website dikdas.kemdikbud.go.id, jumlah peserta tot itu sejumlah 530 orang, terdiri dari 33 operator dapodik provinsi serta 497 operator dapodik kabupaten/kota. Dikarenakan banyaknya jumlah peserta, tot digelar didalam lima gelombang.
Adapun jadwal ToT untuk Aplikasi Pendataan "Dapodik" 2013 yaitu seperti berikut :

Angkatan I
Dikerjakan di hotel arion swiss, bandung, jawa barat, pada 15-17 juli 2013. Peserta dari aceh, sumatera utara, sumatera selatan, gorontalo, sulawesi sedang, serta banten.

Angkatan II
Dikerjakan di hotel arion swiss, bandung, jawa barat, pada 18-20 juli 2013. Peserta dari maluku, sulawesi barat, sulawesi tenggara, jambi, bengkulu, jateng, kalimantan selatan, serta nusa tenggara barat.

Angkatan III
Diadakan di hotel ibis trans studio, bandung, jawa barat, pada 22-24 juli 2013. Peserta dari riau, kepulauan riau, sulawesi selatan, bali, sulawesi utara, kalimantan timur, serta sumatera barat.

Angkatan IV
Digelar di hotel park, bandung, jawa barat, pada 25-27 juli 2013. Peserta dari papua barat, kepulauan bangka belitung, nusa tenggara timur, kalimantan barat, lampung, maluku utara serta kalimantan sedang.

Angkatan V
Digelar di hotel park, bandung, jawa barat, pada 29-31 juli 2013. Peserta dari papua, d. I yogyakarta, jawa barat, jawa timur, serta dki jakarta.

Tujuan proses tot yaitu melatih operator dapodik supaya bisa mengerti serta memakai aplikasi pendataan dikdas 2013. Sesudah aktivitas, mereka diinginkan mensosialisasikan pengetahuan yang didapat pada operator-operator sekolah sebagai binaan di wilayahnya.

Lantas, untuk beberapa operator sekolah yang menanti aplikasi dapodik versi terbaru, terus bersabar serta menanti sosialisasi dari operator kabupaten tiap-tiap. Buat persiapan saja kepentingan untuk isi data berbentuk siswa baru, serta account e-mail sekolah yang valid serta aktif.

Selasa, 08 Oktober 2013

Pokok-pokok Perubahan pada Kurikulum 2013

Terdapat beberapa perubahan mendasar dari  kurikulum 2006 ke kurikulum 2013
Yaitu
1. Penataan Pola Pikir
2. Pendalaman dan Perluasan Materi
3. Penguatan Proses
4. Penyesuaian Beban

Sedangkan elemen yang berubah antara lain
1. Standa Kompetensi Lulusan
2. Standar Isi
3. Standar Poses
4. Standar Penilaian

Kurikulum 2013 menekankan pada dimensi pedagogik modern dalam pembelajaran, yaitu menggunakan pendekatan ilmiah.  Pendekatan ilmiah (scientific appoach) dalam pembelajaran sebagaimana dimaksud  meliputi mengamati, menanya, menalar, mencoba, membentuk jejaring

Proses pembelajaran menyentuh tiga ranah, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Proses hasil belajar menggunakan Penilaian autentik (Authentic Assessment) yaitu pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil belajar peserta didik untuk ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan

Kesimpulan :  secara konseptual, kurikulum 2013 jelas ada perubahan signifikan. Perubahan itu tentunya dimaksudkan untuk menjadikan pendidikan menjadi lebih baik. Tapi Sejujurnya, pemahaman akan kurikulum 2013 bagi guru, masih sangatlah kurang. Tidaklah cukup dalam waktu yang singkat sabagai salah satu materi Diklat Online. Meskupun begitu, adanya materi kurikulum 2013 pada diklat online yang dilaksanakan oleh P4tk Matematika Yogyakarta, membuat guru yang tadinya tidak tahu sama sekali dengan kurikulum 2013, akan menjadi tahu. Dan bagi yang sudah tahu bahkan sudah mengikuti diklat khusus, dapat membagi pengalaman dan pengetahuannya, serta saling berbagi .

Saran. Untuk Diklat Online yang  akan datang  ada baiknya matgeri kurikulum 2013 disertakan juga video-video contoh pembelajaran , dan contoh-contoh format penilaian autentik

Sumber: http://www.kompasiana.com/musthafalutfi

3 Perubahan Pada Kurikulum 2013

Kebijakan baru kurikulum 2013 membawa tiga perubahan besar. Perubahan tersebut diimplementasikan di semua jenjang pendidikan mulai SD, SMP, hingga SMA/SMK.

Hal itu disampaikan Wakil Mendikbud, Prof Musliar Kasim di kuliah umum "Implementasi Kurikulum 2013 dan Relevansinya Dengan Kebutuhan Kualifikasi Kompetensi Lulusan" di auditorium Universitas Negeri Semarang (Unnes), Sabtu (21/9).

Dia mengatakan, perubahan pertama adalah pada konsep kurikulum itu sendiri. "Konsep itu perpaduan antara hardskill dan softskill. Artinya, tidak hanya memberikan bekal pengetahuan pada siswa tapi juga ketrampilan," ungkapnya pada para mahasiswa baru program pascasarjana Unnes.

Adapun, lanjut dia, penilaian konsep kurikulum 2013 berdasarkan standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses penilaian.

Selain itu perubahan lain pada kurikulum baru adalah pada buku yang dipakai. Buku tersebut berbasis kegiatan serta tematik  terpadu.

"Tidak ada syarat khusus dalam mengajarkan kurikulum baru hanya menuntut guru kreatif. Dan kurikulum 2013 tidak bisa diajarkan jika guru tidak ikut pelatihan," kata mantan Rektor Univertas Andalas Sumatra Barat itu.

Kemudian perubahan terakhir, yakni menekankan proses pembelajaran dan penilaian. Pembelajaran kurikulum 2013 menggunakan pendekatan scientific atau pengamatan.

Maksudnya dalam mengajar peserta didik guru dapat meminta anak untuk bertanya dan mendorong anak mencari tahu.

Mendorong anak berpikir kreatif,inovatif, afektif, produktif. "Kurikulum 2013 tak akan sukses jika guru dan dosen tidak menghayati materi tersebut," tandas Musliar.